RASA1JIWA - Penguatan nilai dolar AS terhadap rupiah diprediksi akan menimbulkan dampak berantai yang sulit dihindari.
Tak hanya mempengaruhi sektor ekonomi, situasi ini juga membuka celah bagi munculnya jenis kejahatan ekonomi baru sekaligus meningkatkan angka kriminalitas konvensional.
Tekanan ekonomi akibat pelemahan rupiah menjadi pemicu utama kedua bentuk gangguan keamanan tersebut.
MUNCULNYA KEJAHATAN EKONOMI BARU
Kenaikan signifikan nilai dolar AS diperkirakan akan dimanfaatkan oleh sindikat kejahatan dengan modus operandi baru, antara lain:
· Peredaran Uang Palsu Dolar AS: Sindikat mulai aktif menjual dolar AS palsu, dikenal dengan istilah "Dolar Macau", dengan kurs jauh di bawah pasar—misalnya Rp13.400 per dolar AS.
· Target Masyarakat yang Ingin Cepat Kaya: Pelaku menjanjikan keuntungan instan di tengah tingginya permintaan dolar. Dalam kasus serupa yang pernah diungkap, barang bukti uang palsu yang disita nilainya mencapai Rp1,4 miliar.
PENINGKATAN KRIMINALITAS KONVENSIONAL
Pelemahan rupiah berdampak pada melemahnya daya beli dan tekanan ekonomi secara lebih luas, yang pada gilirannya dapat memicu aksi kejahatan jalanan.
· Pemicu Utama: Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran dan kenaikan harga kebutuhan pokok dapat mendorong tindakan nekat demi memenuhi kebutuhan hidup.
· Contoh Kasus (Awal 2026): Di Bangka Belitung, melemahnya daya beli dan sulitnya lapangan kerja disebut-sebut berkorelasi langsung dengan peningkatan angka kriminalitas.
· Catatan Penting: Meskipun banyak pihak menghubungkan secara langsung, perlu diingat bahwa berdasarkan pernyataan pada tahun 2018, faktor narkoba masih menjadi pendorong utama kejahatan konvensional saat itu—bukan ekonomi semata.
Namun, situasi ekonomi saat ini berpotensi memperparah kondisi yang sudah ada.
IMBUAN & TIPS ANTISIPASI
Untuk melindungi diri dari potensi peningkatan kejahatan ini, perhatikan hal-hal berikut:
Waspadai "Kurs Murah": Lakukan transaksi penukaran valuta asing hanya di bank resmi atau money changer berizin untuk menghindari uang palsu.
Hindari Investasi Instan: Waspadai tawaran investasi atau jual-beli dolar dengan iming-iming keuntungan tidak wajar.
Tingkatkan Kewaspadaan: Di tengah tekanan ekonomi, tingkatkan kewaspadaan terhadap potensi aksi kriminal di lingkungan sekitar.
Oleh: Priono Subardan
Praktisi & Pembuat Konten di:
๐พ k9Dewa – Pahami Anjing
๐พ k9fit – Anjing Selalu Fit
๐งก Rasa1Jiwa – Kita semua se-rasa satu jiwa
Artikel ini adalah bagian dari program #EdisiBerbagi.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar